Blog

Cara Membangun LIST yang responsif

- Updated March 6, 2014

Percuma kita punya 10 ribu subscriber tapi tidak responsif (cepat tanggap). Lebih baik punya 100 subscriber tapi mau membeli produk yang kita tawarkan (responsif). 100 subscriber inilah yang kita sebut sebagai PREMIUM LIST/BUYER LIST/CUSTOMER LIST.

Jadi kalau membangun list adalah untuk mendapatkan profit, maka membangun customer list adalah pilhan yang terbaik.

Terkadang kita terlalu fokus pada KUANTITAS, padahal KUALITAS jauh lebih penting.

Punya 1000 subscriber saja dengan konversi 50%, ketika kita menjual produk seharga 100rb, maka kita bisa mendapat fresh money 50juta… See ? Faktor kali berlaku.

Customer list adalah database orang yang pernah membeli dari kita, sehingga mereka tipikal “pembeli”, bukan “pencari gratisan”.

 

Berarti FREEBIE LIST tidak berkualitas ?

Belum tentu…!!! Kita bisa mengubah freebie list menjadi buyer list dengan menawarkan mereka produk kita untuk dibeli.

Berikut ini kunci membangun list yang responsif :

1. Get In Touch!

Selalu kirimi list kita email secara reguler minimal 1 minggu sekali atau maksimal 3-4 kali seminggu. Entah sekedar menyapa, berbagi cerita atau membagikan hadiah. Intinya adalah untuk mengakrabkan diri. Bukankah hal seperti ini sudah kita biasakan di dunia nyata ?

2. Jadikan mereka sebagai teman

Jangan lagi membuat jarak antara kita dan pembeli. Jadikan mereka teman dan sahabat.

Cobalah kirimkan email dengan yang seolah-olah kita dan list memiliki banyak kesamaan. Misalnya di email kita tulis : [FIRSTNAME], saya menyukai wordpress, dan saya yakin Anda juga!

Dengan demikian, customer merasa ada hubungan psikologis, sehingga mereka akan merasa NYAMAN! Bukankah dalam offlinepun kita juga sering melakukan ini ?

3. Manjakan subscriber Anda dengan VALUE

Misal dengan memberikan themes gratis sebagai ucapan “terima kasih sudah setia menjadi subcriber saya“.

Lakukan Over deliver ==> berikan melebihi apa yang sudah kita janjikan. Misalnya, beli 1 produk, beberapa hari kemudian kita beri bonus secara gratis, misalnya berupa free upgrade atau yang lainnya.

Di email, arahkan untuk mengklik link menuju blog kita. Gunakan blog untuk komunikasi dua arah dan membangun komunitas.

4. Harus tetap jualan secara REGULER

Tujuan kita membangun list adalah untuk PROFIT. Jadi harus tetap jualan, baik produk sendiri maupun affiliate. Jangan cuma memberikan barang gratisan terus-terusan.

Ketika kita memberikan hadiah ke list untuk download di blog, taruh produk berbayar yg ingin ditawarkan tepat di bawah judul dengan HIGHLIGHT warna kuning (above the fold). Ini namanya penjualan EXTRA.

Tujuan kita berjualan adalah untuk melatih customer list kita untuk menjadi pembeli, sekaligus kita dapat uang (tujuan utama list building).

5. Promosi affiliate harus tetap Pilih-Pilih!

Jangan asal mempromosikan produk affiliate. Hanya ambil produk yang memberikan nilai pada LIST. Promosikan produk yang sesuai dengan minat mereka. Mereka akan senang dan berterima kasih ketika direkomendasikan produk yang bagus yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Sekali lagi, kita harus paham betul apa yang subscriber kita cari, baik itu konten gratis maupun berbayar.

6. P.S atau NB

Kalimat “P.S” ini simple tapi POWERFUL. Tujuannya untuk memberikan rasa “penasaran” kepada subscriber kita untuk terus penasaran dengan email-email kita selanjutnya.

Posisinya adalah tepat di bawah signature, atau di atasnya tombol unsubscribe.

Contohnya sebagai berikut :

PS : Tunggu email saya berikutnya, saya akan bagikan hadiah gratis untuk Anda!

 

Dari ulasan di atas, jika Anda merasa kurang tepat dalam membangun list selama ini, tidak ada kata TERLAMBAT untuk memperbaikinya.

Comments
    • @Ali, Terima kasih atas komentar Anda.

      Ketika menuliskan sepucuk surat, kadang kita membubuhkan informasi di akhir surat yang didahului oleh akronim P.S. atau N.B.

      Jika Anda kebetulan saja terbiasa dengan tradisi tersebut tanpa mengetahui apa sebenarnya, ini sedikit informasinya:

      P.S. adalah singkatan dari bahasa Latin: Post Scriptum. Dalam bahasa Inggris dikenal sbg : Afterthought. Artinya: Tambahan informasi lain-lain setelah yang utama.

      N.B. adalah singkatan dari bahasa Latin: Nota Bene. Dalam bahasa Inggris dikenal sbg: Note Well. Artinya: Catatan atau informasi yang berkaitan.

      Kegunaan P.S tersebut tidak lain dan tiada bukan adalah sebagai memo dalam surat, untuk mengingatkan atau memberi tahu si penerima surat bahwa ada “pesan didalam pesan” .

Leave a Reply to MFXAcademy.net Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.