Blog

Meningkatkan “Engagement” dengan Email Follow Up

- Updated March 9, 2014

Banyak orang melakukan kesalahan dalam email marketing. Kesalahan-kesalahan itu antara lain :
1. Tidak tahu harus menulis email apa kepada subscriber
2. Tidak menguasai NICHE yang diambil
3. Tidak men-track jumlah klik unik
4. Tidak memberikan penawaran setelah opt-in (One-Time-Offer)
5. Tidak tahu tujuan sebenarnya dari list building
6. Tidak memahami cara membangun ENGAGEMENT dan TRUST dengan subscriber

Dengan mengetahui kesalahan yang Anda lakukan, maka Anda bisa memperbaikinya sekarang. Dan khusus untuk kesalahan yang nomer 6, akan kita bahas di sini solusinya.

Banyak orang bingung mau menulis email follow up apa ketika sudah mengumpulkan list. Padalah ini merupakan bagian penting dari autoresponder. Bagian inilah yang bisa membuat BISNIS DENGAN EMAIL MARKETING bertahan lama dan menguntungkan. Percuma kita bisa mengumpulkan banyak list tapi tidak bisa menawarkan apa-apa dan menghasilkan profit. Hal ini merupakan kesalahan dalam list building.

Email series atau drip mail termasuk bagian dari email follow up. Drip mail maksudnya adalah email yang dikirim dengan ada jeda dan secara bertahap. Sedang email series itu artinya ada seri-serinya (bisa sampai 7 seri atau lebih) yang bertema dan saling berhubungan. Email series ini bagian dari email follow up yang bertujuan untuk membangun relationship dengan subscriber dengan menawarkan tema tertentu yang mereka sukai.

 

Kenapa harus mengirim email follow upĀ  ?

Mungkin Anda pernah mengikuti salah satu kelas bisnis online yang diberikan melalui email. Sekitar tahun 2009 saya pernah mengikutinya. Materi dalam kelas ini diberikan satu kali sehari selama 30 hari. Saya pikir, kenapa sih harus menunggu 30 hari? Kenapa ga dikasi semua langsung?

Tujuan diberikan materi sehari sekali (tidak langsung semua diberikan) adalah untuk memenangkan engagement dan trust dari subscriber, selain agar subscriber bisa fokus pada materi yang diberikan. Jika hal ini kita lakukan dan membuat mereka tertarik, maka mereka akan haus dan menunggu-nunggu terus email dari kita dan akhirnya “kita” ada di benak hati mereka.

Arti “Engagement” secara harfiah adalah PERTUNANGAN. Kalau pacaran kan masih belum serius, tapi kalau tunangan berarti sudah melangkah ke hubungan yang lebih serius. Jadi arti “customer engagement” dalam pemasaran adalah menjalin hubungan (relationship) yang lebih baik dan lebih serius dengan klien atau customer.

 

Apa untungnya membangun engagement dalam email marketing ?

Saat ini ada ribuan email membanjiri inbox. Saya yakin tidak semua orang membukanya. Hanya email yang penting-penting saja yang akan dibuka. Kalau kita berhasil meraih perhatian dari mereka, maka mereka akan menganggap PENTING semua email dari kita dan mereka akan rajin membuka email kita. Mereka justru akan berterima kasih jika kita mengirimkan email ke mereka karena EMAIL KITA MEMILIKI VALUE yang MEREKA INGINGKAN.

Ketika engagement sudah terbentuk, maka lambat laun akan muncul TRUST. Dan ketika sudah terbentuk TRUST, maka kita menawarkan promosipun mereka akan mau karena mereka tahu siapa kita dan bagaimana hubungan serta reputasi kita selama ini dibenak mereka.

Engagement dan TRUST akan membuat “open rate email” jadi tinggi, click-rate pun juga tinggi. Maka dari itu, fokuslah membangun relationship dengan subscriber, jangan didiamkan saja. Anda bisa membuat email follow up berupa email series atau apapun itu sebanyak mungkin. Isinya bisa berupa tips-tips, kisah nyata, renungan dll yang bermanfaat bagi subscriber. Intinya adalah : Berikan hal yang bernilai untuk mereka.

Dengan memahami hal ini, bahkan freebie list sekalipun akan menjadi buyer list jika mereka sudah percaya pada Anda.

 

Lalu bagaimana cara ampuh menulis email follow -up nya ?

 

Berikut ini tips ampuh dalam menulis email follow-up :
1. Buat format judul yang konsisten dan mudah diingat
Di email follow up, sebaiknya buat judul yang mudah mereka terka, khususnya untuk email series. Misalnya Anda ingin membuat list tentang BELAJAR WORDPRESS, maka buatlah setiap judul di setiap email follow / series seperti ini formatnya : [BWCLASS] – TEMA EMAIL.

BWCLASS adalah singkatan dari Belajar WordPress Class.

Misalnya email kedua temanya membahas mengenai Cara Login WordPress, maka buat judul emailnya : [BWCLASS] Cara Login WordPress. Demikian berlaku pula untuk email-email series maupun promosi yang lainnya.

 

Jelaskan kepada subscriber bahwa email-email Anda berikutnya selalu di awali dengan [BWCLASS] sehingga mereka mudah menemukannya kembali di searchbox email mereka.

 

 

2. Jelaskan topik yang akan di bahas di email Anda berikutnya

Jangan lupa untuk menuliskan di setiap akhir email tentang topik apa yang akan dibahas berikutnya, sehingga membuat subscriber semakin penasaran dan terus menanti-nanti email Anda berikutnya.

 

3. Ajari mereka untuk menjadi pembeli

Anda tetap bisa memberikan link affiliate ataupun link ke produk sendiri di dalam email follow up yang masih relevan dengan apa yang sedang dibahas. Anda bisa sisipkan itu di email series, tapi jangan terlalu sering.

 

4. Jadilah EXPERT

Untuk meraih kepercayaan dari subscriber, Anda harus memberi “kacamata” kepada subscriber bahwa Anda memang EXPERT di bidang ini. Menuliskan siapa anda, apa yang anda lakukan dan mengapa subscriber harus percaya pada anda, adalah sangat penting sekali.

Sekarang Anda sudah memahami apa, mengapa dan bagaimana email follow up itu. Anda punya pilihan mau memperlakukan subscriber seperti apa : Apakah terus dikirimi email jualan sampai mereka kabur? Atau Anda diamkan saja karena tidak tahu harus menulis apa? Atau Anda memilih untuk membangun relationship jangka panjang!

PS : Dapatkan PROMO DISKON 50% Berulang untuk Semua paket VIOSENDER

Jumlah Kunjungan :25471

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.